Bupati Tindak Lanjuti Keluhan Warga Terkait Irigasi Ambruk

banner 468x60

Juandri / PewartaSulut.Id

BOLMONG, 

Example 300x600

laporan masyarakat terkait ganguan distribusi air untuk lahan persawahan di tiga desa, di Kecamatan Sangtombolang Yakni Desa Cempaka, Desa Ayong dan Desa Babo, Bupati Bolaang Mongondow, Yusra Alhabsyi, turun langsung meninjau kondisi saluran irigasi di Desa Bumbung, Kecamatan Lolak, Rabu(15/4/2026),kemarin.

Dalam kunjungan tersebut, Yusra didampingi sejumlah perangkat daerah teknis guna memastikan kondisi riil di lapangan sekaligus mempercepat langkah penanganan. Peninjauan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menjaga kelancaran sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat.

Yusra menegaskan, kehadirannya di lokasi bukan sekadar simbolis, melainkan bentuk komitmen untuk memastikan proses pemeliharaan berjalan efektif dan berkualitas. Ia ingin setiap pekerjaan dilakukan secara maksimal agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh petani.

“Kami menindaklanjuti laporan masyarakat terkait kondisi irigasi ini. Tujuannya agar penanganan bisa cepat dan tepat sasaran,” ujar Yusra kepada wartawan.

Meski kewenangan pengelolaan irigasi berada di tingkat provinsi, Yusra menekankan pentingnya keterlibatan pemerintah kabupaten dalam mencari solusi. Koordinasi lintas pemerintah disebutnya sebagai kunci untuk mempercepat perbaikan.

“Walaupun ini kewenangan provinsi, kami tetap harus mengambil langkah konkret dan menjalin koordinasi agar masalah ini segera teratasi,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, saluran irigasi tersebut menjadi sumber pengairan bagi sekitar 600 hektare lahan persawahan di wilayah setempat. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini berpotensi mengganggu produktivitas pertanian dan ketahanan pangan daerah.

Karena itu, Yusra mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif menjaga infrastruktur irigasi. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan warga menjadi faktor penting agar jaringan irigasi tetap terawat dalam jangka panjang.

“Peran masyarakat sangat dibutuhkan. Jika kita bersama-sama menjaga, maka irigasi ini bisa bertahan lama dan terus mendukung kebutuhan air bagi sawah,” pungkasnya.

Diketahui, Jaringan irigasi yang ambruk sejak dua bulan lalu mengakibatkan para petani padi/sawah tidak melakukan aktiftas penanaman dikarenakan jaringan irigasi ambruk, Sehingga sekitar ratusan lahan persawahan gagal panen.(JP)

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *