
Goni / PewartaSulut.Id
MINAHASA,
Sebuah insiden kebakaran menghanguskan dua unit rumah warga di Lingkungan I, Desa Talikurandi, Kelurahan Papakelan, Kecamatan Tondano Timur, Kabupaten Minahasa.
Peristiwa yang terjadi pada Sabtu malam, (17/01/2026) sekitar pukul 19.32 WITA tersebut mengakibatkan kerugian materiil yang cukup besar, meskipun tidak menimbulkan korban jiwa.
Rumah yang terbakar merupakan milik dua keluarga, yakni keluarga Sumanti Warow (86 tahun) dan keluarga Sumanti Rumbay (62 tahun).
Berdasarkan informasi dari saksi mata, Sdri. Enda Sumanti, api pertama kali terlihat dalam kondisi sudah membesar ketika ditemukan di salah satu rumah korban.
Saat ini penyebab pasti kebakaran masih belum dapat dipastikan secara definitif, namun tim penyelidikan telah melakukan langkah-langkah awal untuk mengungkap akar permasalahan.
Perkiraan kerugian materiil yang ditimbulkan akibat kebakaran ini mencapai sekitar ± Rp500 juta.
Kerugian tersebut mencakup seluruh bangunan dua unit rumah yang tinggal ditempati oleh kedua keluarga korban, serta dua buah sepeda motor yang berada di dalam area lokasi kejadian.
Beberapa barang berharga dan keperluan sehari-hari yang berada di dalam rumah juga tidak dapat diselamatkan karena cepatnya laju penyebaran api.
Dalam menangani insiden ini, Babinsa Desa Talikurandi yang merupakan anggota Koramil 1302-01/Tondano, Serka Dwi Erdy Rieanto, menunjukkan tanggapan yang sigap.
Setelah menerima laporan dari jaringan lapangan yang terdiri dari warga masyarakat setempat, Babinsa langsung bergerak menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan turut serta aktif dalam proses pemadaman api.
Proses pemadaman api yang melibatkan berbagai pihak berjalan dengan terkoordinasi.
Selain Babinsa, petugas Damkar Kabupaten Minahasa juga segera mendatangi lokasi untuk memberikan bantuan peralatan dan tenaga dalam memadamkan api.
Partisipasi aktif dari masyarakat sekitar juga menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat proses pemadaman, di mana warga bersinergi untuk membantu mengendalikan penyebaran api dan menyelamatkan barang-barang yang masih dapat dijangkau.
Akhirnya, api berhasil dipadamkan secara total sekitar pukul 21.30 WITA setelah melalui upaya yang cukup intensif.
Selain membantu proses pemadaman, aparat yang terlibat juga melakukan serangkaian langkah tindak lanjut yang sesuai dengan prosedur.
Langkah-langkah tersebut antara lain melaporkan kejadian secara resmi ke komando atas Koramil 1302-01/Tondano, melakukan koordinasi erat dengan pemerintah desa Talikurandi dan pihak Polsek Tondano Timur untuk penyelidikan lebih lanjut, serta melakukan pengecekan langsung ke lokasi kejadian untuk mengumpulkan data dan informasi yang diperlukan dalam penyelidikan.
Dari hasil pemeriksaan awal yang dilakukan oleh tim penyelidikan yang terdiri dari petugas Kepolisian, Damkar, dan aparat terkait, terdapat dugaan sementara bahwa kebakaran disebabkan oleh korsleting listrik pada mesin air yang tidak pernah dimatikan oleh pemilik rumah.
Mesin air yang terus dalam kondisi menyala diperkirakan menjadi sumber panas yang memicu terjadinya korsleting dan selanjutnya menyebabkan kebakaran yang cepat menyebar ke seluruh bagian rumah serta menyambar ke unit rumah tetangga.
Setelah kejadian, pihak pemerintah desa dan Kelurahan Papakelan telah mengambil langkah untuk memberikan bantuan sementara kepada kedua keluarga korban.
Bantuan tersebut meliputi penyediaan tempat tinggal sementara, makanan, dan keperluan dasar lainnya agar korban dapat menjalankan aktivitas sehari-hari sementara proses rehabilitasi dan rekonstruksi rumah berlangsung.
Selain itu, pihak terkait juga sedang mengevaluasi kemungkinan bantuan dari berbagai pihak, termasuk dari pemerintah kabupaten dan lembaga sosial yang ada di wilayah Minahasa.
Kepala Desa Talikurandi, dalam keterangannya, mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dalam penanganan kebakaran ini, terutama kepada Babinsa yang telah memberikan tanggapan cepat serta petugas Damkar dan masyarakat yang telah aktif berpartisipasi.
”Kami akan terus mengawal proses penyelidikan dan memastikan bahwa korban mendapatkan bantuan yang diperlukan. Selain itu, kami juga akan meningkatkan sosialisasi tentang pentingnya keamanan listrik dan pencegahan kebakaran kepada seluruh warga desa untuk mencegah terjadinya peristiwa serupa di masa mendatang,” ujarnya.
Pihak Kepolisian juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya terkait penyebab kebakaran.






