Kapolres Minahasa Tekankan Tiga Arah Kebijakan Utama Untuk Masyarakat ‎ 

banner 468x60

Goni / PewartaSulut.Id‎ 

Example 300x600

MINAHASA,

‎Polres Minahasa kembali meneguhkan komitmen dalam penguatan nilai pengabdian dan profesionalisme personel melalui pelaksanaan Upacara Kesadaran Nasional yang dirangkaikan dengan Pemberian Tanda Kehormatan.

‎Kegiatan yang digelar pada Sabtu (17/01/2026) pukul 08.00 WITA di Lapangan Upacara Polres Minahasa menjadi momentum reflektif bagi seluruh insan Bhayangkara untuk memperkuat jati diri serta komitmen dalam menghadapi dinamika tantangan ketertiban dan keamanan masyarakat (kamtibmas) yang terus berkembang.

‎Upacara yang berlangsung dengan khidmat dipimpin langsung oleh Kapolres Minahasa AKBP Steven J.R. Simbar, S.I.K., yang bertindak sebagai Inspektur Upacara.

‎Dalam rangkaian acara tersebut, Kasat Samapta IPTU Edi Asri menjabat sebagai Perwira Upacara, sementara KBO Samapta IPDA Billygrehem Polii menjalankan tugas sebagai Komandan Upacara.

‎Peserta upacara terdiri dari gabungan elemen internal Polres Minahasa, antara lain Pejabat Utama dan Perwira Polres Minahasa, personel staf, Satuan Samapta, Satuan Lalu Lintas, gabungan Satuan Reserse Kriminal dan Satuan Narkoba, Satuan Intelijen dan Keamanan, serta Pegawai Negeri Sipil (PNS) Polres Minahasa.

‎Serangkaian prosesi upacara dilaksanakan sesuai dengan protokol yang berlaku, diawali dengan penghormatan pasukan yang menunjukkan kedisiplinan dan kesatuan personel.

‎Selanjutnya dilakukan pengibaran Bendera Merah Putih yang diiringi dengan nyanyian Lagu Kebangsaan Indonesia Raya yang penuh kebanggaan, diikuti dengan pembacaan Teks Pancasila sebagai dasar filosofis negara, pengucapan Sumpah Pemuda, serta pembacaan Tribrata dan Catur Prasetya sebagai pedoman hidup dan kerja bagi anggota Korps Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

‎Salah satu bagian penting dalam kegiatan ini adalah prosesi penganugerahan tanda kehormatan, yang disematkan langsung oleh Kapolres Minahasa kepada personel yang berhak menerimanya.

‎Penganugerahan tersebut merupakan bentuk penghargaan yang diberikan oleh negara atas kesetiaan, loyalitas, dan rekam jejak kedisiplinan yang telah ditunjukkan oleh personel yang telah memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan.

‎Setiap langkah prosesi penyematan tanda kehormatan menjadi bukti nyata akan apresiasi terhadap kontribusi yang diberikan oleh setiap anggota Polri dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

‎Dalam amanat yang disampaikannya, Kapolres Minahasa AKBP Steven J.R. Simbar menegaskan bahwa Upacara Kesadaran Nasional bukanlah sekadar aktivitas rutinitas bulanan yang harus dilaksanakan, melainkan sebuah momentum yang sangat berharga untuk meneguhkan kembali nilai dasar pengabdian sebagai anggota Polri.

‎Ia menekankan bahwa tanda kehormatan yang diberikan tidak semata-mata menjadi penghargaan atas lamanya masa dinas yang telah ditempuh, melainkan merupakan bentuk pengakuan negara atas kesetiaan yang konsisten serta pengabdian yang sering kali dijalankan dalam kondisi sunyi, namun memiliki peran yang sangat menentukan dalam menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.

‎”Kita harus menyadari bahwa setiap tugas yang kita emban bukan hanya sebagai kewajiban formal, tetapi sebagai bentuk pengabdian kepada negara dan masyarakat yang kita layani. Tanda kehormatan yang diberikan hari ini adalah bukti bahwa kontribusi kalian telah diakui, namun juga menjadi panggilan untuk terus meningkatkan kualitas diri dalam menjalankan tugas,” ujar AKBP Steven J.R. Simbar dalam amanatnya.

‎Selain itu, Kapolres Minahasa juga mengingatkan seluruh personel bahwa tantangan kamtibmas yang akan dihadapi di masa depan semakin kompleks dan beragam, mulai dari permasalahan konflik sosial, kriminalitas konvensional yang terus berkembang bentuknya, hingga ancaman kejahatan berbasis digital yang semakin canggih.

‎Oleh karena itu, ia menekankan tiga arah kebijakan utama yang harus menjadi fokus perhatian seluruh personel Polres Minahasa.

‎Pertama, penguatan integritas dan kedisiplinan sebagai dasar utama dalam menjalankan tugas.

‎Kedua, peningkatan kualitas pelayanan publik yang menjadi prioritas utama untuk memenuhi harapan masyarakat terhadap institusi Polri.

‎Ketiga, penguatan kesiapan operasional dan solidaritas internal sebagai modal utama dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada.

‎Selain ketiga arah kebijakan tersebut, setiap personel juga diminta untuk selalu menjaga sikap dan perilaku yang baik, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam aktivitas di media sosial, mengingat bahwa setiap anggota Polri merupakan representasi langsung dari institusi Polri di tengah masyarakat.

‎Upacara ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh petugas yang ditunjuk, sebagai bentuk permohonan perlindungan dan kekuatan kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk seluruh personel dalam menjalankan tugasnya.

‎Selanjutnya dilakukan laporan akhir dari Komandan Upacara terkait pelaksanaan rangkaian acara, diikuti dengan penghormatan terakhir kepada Inspektur Upacara.

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *