Goni / PewartaSulut.Id
MINAHASA,
Kodim 1302/Minahasa secara aktif mendukung upaya percepatan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Minahasa melalui partisipasi dalam rapat Tim Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Minahasa Tahun 2026 yang diselenggarakan bersama Pemerintah Kabupaten Minahasa.
Rapat tersebut berlangsung pada, Senin, (02/02/2026), bertempat di Ruang Sidang Kantor Bupati Minahasa, Kelurahan Tounkulamber, Kecamatan Tondano Barat, Kabupaten Minahasa.
Kegiatan yang dihadiri sekitar 30 peserta dari berbagai instansi terkait ini merupakan tindak lanjut langsung terhadap Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2025-2029 yang menetapkan target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen.
Rapat yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Minahasa Dr. Lynda Deisye Watania, MM., membahas secara mendalam tentang peran strategis Tim Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah (PPED) dalam mengkoordinasikan pelaksanaan program dan kegiatan lintas instansi.
Tujuan utama dari koordinasi tersebut adalah memastikan bahwa upaya penguatan struktur ekonomi daerah berjalan secara optimal dan sejalan dengan arahan pembangunan nasional.
Dalam sambutannya yang disampaikan sebagai perwakilan Dandim 1302/Minahasa Letkol Inf Bonaventura Ageng Fajar Santoso, Kasdim 1302/Minahasa Mayor Inf Daeng Pasaka S.E., menyampaikan pandangan konkret terkait langkah-langkah yang dapat ditempuh untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kita harus memanfaatkan lahan tidur untuk diolah dan digunakan bercocok tanam, memperkerjakan masyarakat dalam usaha kreatif seperti pengolahan eceng gondok serta membuka objek wisata dan dipromosikan dengan baik, serta juga mengajak mensosialisasikan kepada masyarakat untuk mau bekerja,” tegasnya.
Mayor Inf Daeng Pasaka S.E. menambahkan bahwa langkah-langkah tersebut tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan produktivitas ekonomi, tetapi juga untuk menggerakkan partisipasi aktif masyarakat dalam setiap tahapan pembangunan ekonomi.
Menurutnya, pemanfaatan potensi sumber daya lokal yang belum dimanfaatkan secara maksimal akan menjadi salah satu pilar utama dalam mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.
“Melalui pelaksanaan rapat Tim Percepatan Pertumbuhan Ekonomi ini, berbagai pihak yang terlibat sepakat untuk menyusun langkah-langkah konkrit yang akan diimplementasikan di masa depan,” Ujarnya.
Beberapa fokus utama yang akan diperkuat meliputi upaya untuk memastikan pertumbuhan ekonomi berjalan lebih optimal, memperluas lapangan kerja bagi masyarakat, meningkatkan kontribusi sektor-sektor potensial seperti wisata perkebunan, peternakan, perikanan, dan pertanian, serta menyederhanakan proses perizinan usaha untuk mendorong investasi baik dari dalam maupun luar daerah.
Para peserta rapat juga menyepakati akan melakukan pemantauan berkala terhadap pelaksanaan program yang telah disepakati, serta melakukan evaluasi secara berkala untuk memastikan bahwa setiap langkah yang diambil sesuai dengan target yang telah ditetapkan.







