Redaksi / Pewartasulut.id
TONDANO,
Kedatangan jenazah almarhumah langsung disambut isak tangis keluarga, kerabat, serta warga sekitar yang telah menanti sejak siang hari.
Tangis pecah saat peti jenazah diturunkan dari ambulans dan dibawa masuk ke rumah duka, menandai kepulangan terakhir sosok yang dikenal ramah dan penuh dedikasi tersebut.
Jenazah pramugari Florencia Lolita Wibisono korban kecelakaan pesawat ATR 42-500, akhirnya tiba di rumah kediaman ibundanya di Kelurahan Taler, Kecamatan Tondano Timur, Kabupaten Minahasa, Jumat (23/01/26)
Sebelumnya, jenazah Florencia dijemput pihak keluarga di Bandara Internasional Sam Ratulangi, Manado, setelah diterbangkan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.
Setibanya di Manado, dilakukan upacara penyambutan dan penyerahan jenazah secara resmi oleh aparat TNI bersama jajaran Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Usai prosesi tersebut, jenazah kemudian dibawa menggunakan ambulans menuju Tondano dengan pengawalan ketat. Sepanjang perjalanan, suasana haru tak terelakkan, terlebih bagi keluarga yang telah menunggu kepastian selama proses pencarian dan evakuasi korban.
Florencia merupakan salah satu pramugari pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport yang jatuh di kawasan pegunungan Bulisaruang, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan.
Peristiwa tragis itu menyisakan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga rekan sejawat dan masyarakat luas.
Jenazah almarhumah akan disemayamkan di rumah duka di Kelurahan Taler hingga Sabtu (24/1/2026).
Selanjutnya, Florencia akan dimakamkan di kampung halaman ibundanya, Desa Ranomerut, Kecamatan Eris, Kabupaten Minahasa pada Sabtu.
“Jumat malam akan dilaksanakan ibadah penghiburan, dan Sabtu siang ibadah pemakaman. Jenazah akan dimakamkan di Desa Ranomerut, Kecamatan Eris, kampung ibu dari Olen,” ujar salah satu anggota keluarga.
Pantauan di rumah duka menunjukkan deretan karangan bunga ucapan belasungkawa memenuhi halaman rumah.







