Goni / PewartaSulut.Id
MINAHASA,
Sebuah peristiwa kebakaran mengganggu ketenangan warga Kelurahan Papakelan, Lingkungan I, Kecamatan Tondano Timur, Kabupaten Minahasa pada malam hari, Sabtu, (17/01/2026).
Insiden yang terjadi sekitar pukul 19.30 WITA menghanguskan seluruh bagian satu unit rumah milik keluarga Sumanti Warouw, serta menyebabkan kerusakan signifikan pada rumah milik keluarga Sumanti Rumbay yang berada di lokasi berdekatan.
Beruntungnya, dalam peristiwa yang mengakibatkan kerugian material cukup besar ini tidak terdapat korban jiwa, meskipun proses pendataan dan penilaian kerusakan masih berlangsung hingga kini.
Berdasarkan informasi sementara yang diperoleh dari pihak berwenang dan saksi mata, kebakaran diduga kuat dipicu oleh korsleting listrik pada sepeda motor Honda Vario yang terparkir di dalam rumah keluarga Sumanti Warouw.
Api yang muncul dengan cepat berkembang dan melalap seluruh bangunan rumah tersebut dalam waktu singkat.
Sementara itu, rumah keluarga Sumanti Rumbay yang berada di sebelahnya mengalami kerusakan berupa hangusnya sebagian atap serta beberapa perabotan yang berada di dalam ruangan.
Hingga saat ini, faktor kerugian material yang ditimbulkan belum dapat ditaksir secara pasti, mengingat sebagian besar barang berharga dan keperluan sehari-hari di dalam rumah Sumanti Warouw telah tidak dapat diselamatkan.
Tim dari dinas terkait dan pihak kepolisian sedang melakukan pendataan rinci terhadap seluruh kerusakan yang terjadi, baik pada struktur bangunan maupun barang-barang yang terdampak.
Kronologis kejadian bermula sekitar pukul 19.40 WITA, ketika sejumlah warga melihat kobaran api muncul dari arah lantai bawah rumah keluarga Sumanti Warouw.
Salah seorang saksi, Ibu Elen Mailangkay (64 tahun), yang saat itu berada di depan rumahnya yang berdekatan, menyaksikan api yang sudah dalam kondisi membesar.
Tanpa ragu, ia segera berteriak meminta bantuan kepada warga sekitar sambil memukul tiang listrik sebagai tanda bahaya agar seluruh warga dapat segera menyadari adanya bahaya.
Respons dari warga masyarakat pun sangat cepat dan spontan.
Selain berusaha memadamkan api secara mandiri menggunakan alat-alat sederhana seperti ember air dan selang air, sejumlah warga juga fokus membantu mengeluarkan barang-barang yang masih dapat diselamatkan serta mengevakuasi dua orang penghuni lanjut usia (nenek) yang berada di dalam rumah melalui pintu belakang.
Tindakan cepat tersebut menjadi faktor utama mengapa tidak terjadi korban jiwa dalam peristiwa ini.
Saksi lain, Julio Mamahit (16 tahun), mengaku awalnya mengira sumber cahaya yang terlihat berasal dari aktivitas membakar ikan yang biasa dilakukan oleh sebagian warga di sekitar lokasi.
Namun ketika melihat api semakin membesar dan menyebar dengan cepat, ia mendekat untuk memastikan sumber api dan menemukan bahwa kobaran api berasal dari arah sepeda motor yang berada di dalam rumah Sumanti Warouw.
Setelah beberapa kali mencoba memanggil penghuni rumah namun tidak mendapat respons, ia segera bergabung dengan warga lainnya untuk melakukan upaya penyelamatan dan meminta bantuan lebih lanjut.
Tak berselang lama setelah itu, kendaraan pemadam kebakaran dari Damkar Kabupaten Minahasa tiba di lokasi dan langsung melakukan langkah-langkah pemadaman hingga api berhasil dikendalikan secara total.
Pemilik rumah Sumanti Warouw, Robby Sumanti, menerangkan bahwa pada saat kejadian kebakaran terjadi, ia bersama istri dan anaknya sedang berada di Kota Tomohon untuk urusan pribadi.
Ia menerima kabar mengenai kebakaran rumahnya melalui telepon dari keluarga dan warga sekitar, sehingga segera melakukan perjalanan kembali ke lokasi kejadian.
Setibanya di tempat kejadian, Robby menemukan bahwa rumahnya telah dalam kondisi hangus terbakar dan hanya tersisa reruntuhan bangunan.
Menurut informasi yang diterimanya dari warga sekitar, api diduga berasal dari sepeda motor miliknya yang sebelumnya sempat digunakan untuk pergi ke kebun.
Kedua orang tua korban yang berhasil dievakuasi oleh warga kondisinya dalam keadaan baik secara fisik, namun mengalami trauma akibat kejadian yang mendadak tersebut.
Saat ini, kedua orang tua korban sedang ditempatkan pada keluarga dekat untuk mendapatkan perawatan dan dukungan psikologis.
Menindaklanjuti peristiwa kebakaran ini, pihak Kepolisian Sektor Toulimambot langsung mengambil langkah-langkah tindakan kepolisian yang sesuai dengan prosedur.
Langkah-langkah tersebut antara lain melakukan pengamanan terhadap Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk memastikan tidak adanya gangguan atau perubahan bukti, memberikan bantuan kepada warga terdampak dalam bentuk evakuasi barang dan penataan lokasi, melakukan olah TKP secara menyeluruh untuk mengumpulkan bukti-bukti yang relevan, serta memintai keterangan secara berturut-turut dari para saksi mata dan pihak terkait guna memastikan penyebab pasti terjadinya kebakaran.
Kapolsek Toulimambot dalam keterangannya menyampaikan bahwa penyelidikan lebih lanjut masih terus dilakukan oleh tim khusus yang dibentuk untuk menangani kasus ini.
”Kami akan melakukan pemeriksaan yang teliti dan menyeluruh terhadap semua bukti yang ditemukan di lokasi kejadian, termasuk melakukan pemeriksaan terhadap sisa-sisa sepeda motor yang diduga menjadi sumber kebakaran. Tujuan kami adalah untuk menemukan akar penyebab kejadian ini sehingga dapat menjadi pembelajaran bagi seluruh masyarakat dalam upaya pencegahan kebakaran di masa mendatang,” ujarnya.
Saat ini situasi di lokasi kejadian telah kondusif dan warga mulai kembali melakukan aktivitas sehari-hari.
Pihak pemerintah desa dan kelurahan juga telah memberikan bantuan sementara kepada keluarga korban dalam bentuk makanan, keperluan dasar, serta koordinasi untuk mendapatkan bantuan lebih lanjut dari dinas sosial dan lembaga kemanusiaan yang ada di wilayah Kabupaten Minahasa.







