Tumpuan Hidup Masyarakat Lingkar Tambang di Desa Bakan

banner 468x60

Juandri / Pewartasulut.Id

BOLMONG, 

Example 300x600

Di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow,Sulawesi Utara, belum sepenuhnya terang, Tapi suara palu yang menghantam batu sudah terdengar dari lereng bukit. Bagi warga di sekitar tambang, bunyi itu bukan sekadar bising, Tapi Itu alarm mengais rezeki harian.

Sudah puluhan tahun para pekerja tambang tradisional di Desa Bakan menjadi penopang ekonomi masyarakat lingkar tambang. Ketika pekerjaan formal terbatas, palu dan cangkul jadi pilihan untuk menyekolahkan anak, membeli obat, dan mengisi dapur.

“Kalau bukan dari sini, kami makan dari mana. Anak saya kuliah juga dari hasil tambang,” ujar salah seorang warga yang sudah lama turun ke lubang mencari butiran emas. Tangannya kasar, tapi matanya tenang saat bercerita.

Aktivitas dimulai sejak matahari belum naik. Sekelompok kecil warga bekerja bergotong royong, membagi tugas dari menggali sampai mengangkut material.

Tidak ada gaji tetap. Pendapatan tergantung pada apa yang keluar dari tanah hari itu. Ada hari yang cukup untuk beli beras dan lauk. Ada juga hari yang pulang tangan kosong.

“Risikonya besar, capeknya luar biasa. Tapi inilah satu-satunya cara kami bertahan di kampung,” kata seorang ibu dua anak yang ikut membantu suaminya menambang.

Bagi masyarakat Bakan, tambang tradisional bukan soal kekayaan besar. Ini soal bertahan hidup. Keuntungan yang didapat biasanya langsung diputar untuk kebutuhan keluarga dan biaya sekolah anak.

Meski demikian, warga menyadari bahwa cara kerja ini perlu diatur agar lebih aman dan tidak merusak lingkungan.

Beberapa kelompok kini mulai berdiskusi soal pengelolaan yang lebih rapi, pembagian zona kerja, dan tidak merusak aliran sungai.

“Kami mau tetap bisa kerja, tapi juga jaga kampung. Kalau hutan rusak, besok kami mau hidup dari apa,” ujar warga lingkar tambang.

Di Bakan, tambang emas tradisional mungkin terlihat sederhana. Tapi di balik debu dan lumpur, ada cerita tentang orang tua yang ingin anaknya lulus sekolah, tentang keluarga yang memilih bertahan di kampung halaman, dan tentang harapan agar kerja keras hari ini bisa jadi jalan hidup yang lebih baik besok. (**)

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *