Ratusan Warga Dusun 5 Panang dan Para Penambang Serukan Kemerdekaan yang Benar-Benar Dirasakan Rakyat

banner 468x60

BOLTIM — Ratusan masyarakat Dusun 5 Panang dan para penambang di Desa Kotabunan, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan cara yang sarat pesan perjuangan.

Upacara pengibaran bendera Merah Putih digelar di depan Masjid Panang, Senin (17/8/2026). Di tengah suasana peringatan kemerdekaan, masyarakat menyampaikan satu pesan kuat: kemerdekaan Indonesia harus benar-benar dapat dirasakan oleh seluruh rakyat, termasuk masyarakat Panang.

Example 300x600

Dalam sambutannya selaku pembina upacara, Alwin Tubagus menegaskan bahwa kehadiran masyarakat di Panang bukan bentuk penolakan terhadap Indonesia maupun pembangunan.

“Kita berdiri di Panang bukan karena kita tidak mencintai Indonesia. Justru karena kita mencintai Indonesia dan ingin kemerdekaan benar-benar dirasakan oleh seluruh rakyat,” tegas Alwin.

Menurutnya, Panang bukan tanah kosong yang tidak memiliki sejarah. Kawasan tersebut merupakan ruang hidup masyarakat yang telah menjadi tempat menggantungkan kehidupan secara turun-temurun.

“Panang adalah Indonesia. Panang bukan tanah kosong. Panang adalah ruang hidup masyarakat,” ujarnya.

Alwin mengatakan, di tanah Panang terdapat sejarah, keluarga, kerja keras, serta harapan generasi penerus. Karena itu, ketika masyarakat merasa ruang hidup mereka semakin terdesak oleh masuknya kepentingan korporasi pertambangan, persoalan tersebut dinilai tidak lagi sekadar menyangkut tanah.

“Ini adalah persoalan keadilan, persoalan kemanusiaan, dan persoalan Indonesia,” katanya.

Ia pun mempertanyakan sejauh mana masyarakat kecil masih memiliki ruang dalam pembangunan. Menurutnya, investasi dan pembangunan tetap dapat berjalan, namun tidak seharusnya membuat masyarakat kehilangan ruang hidup maupun martabatnya.

“Kami percaya pembangunan dan investasi boleh berjalan, tetapi pembangunan tidak boleh membuat rakyat kehilangan ruang hidupnya. Investasi tidak boleh menghilangkan martabat masyarakat,” tegasnya.

Alwin juga menyerukan agar pengelolaan sumber daya alam dilakukan dengan tetap menghormati masyarakat dan lingkungan.

Ia menilai, suara kegelisahan masyarakat Panang merupakan bagian dari suara rakyat Indonesia yang menginginkan keadilan.

“Ketika masyarakat Panang menyampaikan kegelisahannya, sesungguhnya Indonesia sedang berbicara. Ketika masyarakat Panang meminta keadilan, sesungguhnya rakyat Indonesia sedang meminta keadilan,” ucapnya.

Minta Pemerintah Dengarkan Suara Panang

Dalam momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI, masyarakat Panang meminta pemerintah membuka ruang dialog dan menghadirkan kebijakan yang berpihak pada kepentingan masyarakat.

“Kepada pemerintah, kami meminta dengarkan suara masyarakat Panang. Jangan biarkan masyarakat merasa terusir dari tanah kelahirannya sendiri,” kata Alwin.

Ia meminta setiap kebijakan yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat dilakukan secara terbuka, adil, serta melibatkan masyarakat melalui dialog.

Sementara kepada pihak korporasi, Alwin menegaskan bahwa masyarakat bukan musuh pembangunan dan bukan kelompok yang anti-investasi.

“Kami bukan musuh pembangunan. Kami bukan anti investasi. Tetapi kami meminta agar masyarakat dihormati. Tanah ini bukan sekadar wilayah ekonomi. Di atasnya ada manusia, sejarah dan kehidupan,” tegasnya.

Alwin juga mengajak masyarakat Panang untuk tetap menjaga persatuan dan menghindari tindakan kekerasan dalam memperjuangkan aspirasi.

Ia menekankan pentingnya memperjuangkan hak dengan cara damai, bermartabat, serta sesuai dengan konstitusi.

Merah Putih Jadi Simbol Perjuangan

Pengibaran Merah Putih di Panang menjadi simbol tersendiri bagi masyarakat. Bagi mereka, bendera tersebut bukan hanya lambang peringatan kemerdekaan, tetapi juga pengingat bahwa Panang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Hari ini Merah Putih berkibar di Panang. Bendera itu adalah simbol bahwa Panang adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Indonesia,” ungkap Alwin.

Ia menegaskan, makna kemerdekaan tidak berhenti pada terbebasnya bangsa Indonesia dari penjajahan. Kemerdekaan, kata dia, juga berarti rakyat memiliki ruang untuk hidup dengan bermartabat.

“Merdeka berarti rakyat tidak kehilangan tanah tempat mereka menggantungkan kehidupan. Merdeka berarti pembangunan hadir untuk rakyat, bukan menggusur rakyat,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Alwin berharap perjuangan masyarakat Panang menjadi pengingat bahwa pembangunan Indonesia harus dilaksanakan bersama rakyat, bukan dengan mengorbankan rakyat.

“Panang adalah Indonesia. Suara masyarakat Panang adalah suara Indonesia,” pungkasnya.

Upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Panang pun berlangsung dengan semangat persatuan, sekaligus menjadi panggung bagi masyarakat untuk menyampaikan harapan agar keadilan, keterbukaan, dan penghormatan terhadap ruang hidup rakyat tetap menjadi bagian penting dalam pembangunan.Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. (**)

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *