Filosofi “Si Tou Mamuali Tou” Jadi Refleksi Peringatan HKMAN ke-27 oleh Pemuda Adat Tomohon

banner 468x60

Stefanus Goni,

SulutZone.com – Tomohon, Barisan Pemuda Adat Nusantara (BPAN) Pengurus Daerah (PD) Tomohon menggelar upacara adat di Nimawanua Kakaskasen, wilayah Komunitas Masyarakat Adat Tou Kinaskas, dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Masyarakat Adat Nusantara (HKMAN) dan ulang tahun Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) ke-27.

Example 300x600

Kegiatan yang mengusung tema “Si Tou Mamuali Tou” menjadi ruang refleksi nilai-nilai leluhur sekaligus penegasan peran generasi muda dalam menjaga dan melestarikan adat Minahasa, Selasa (17/03/2026).

Ketua BPAN Tomohon, Belarmino Lapong, menjelaskan bahwa tema tersebut bersumber dari pesan leluhur Minahasa “Nuwu i Tua”, yang berarti manusia harus menjadi manusia seutuhnya. Nilai ini menjadi dasar dalam berorganisasi dan berkomunikasi, serta menekankan penghormatan terhadap sesama dan seluruh ciptaan Opo Empung. Ia juga menegaskan pentingnya menjaga nilai-nilai leluhur dan hubungan harmonis dengan alam.

Ketua Dewan AMAN Wilayah Sulawesi Utara, Matulandi Supit, menyebut peringatan HKMAN sebagai momentum penting dan mengapresiasi inisiatif pemuda adat yang menghidupkan kembali tradisi.

“Ini bagian dari upaya memaknai kembali nilai-nilai tradisi Minahasa, ritual seperti ini merupakan warisan para leluhur sebelum hadirnya agama baru,” Ujarnya.

Ia menuturkan meskipun masih ada stigma di masyarakat, peran pemuda adat menjadi sangat penting sebagai ujung tombak pelestarian budaya.

Piet Pungus dari Lembaga Adat Tombulu mendukung penuh upaya ini, menyebut keterlibatan generasi muda sebagai langkah strategis untuk keberlanjutan tradisi.

“Momentum HKMAN ini mengingatkan kita akan pentingnya melestarikan nilai-nilai leluhur. kami lembaga adat mendukung penuh upaya ini,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Ketua Pusat Kajian Kebudayaan Indonesia Timur (Pukkat), Denny Pinontoan, yang menyebut kegiatan ini sebagai momen langka dan bermakna.
“Luar biasa, anak-anak muda masih memiliki semangat untuk melaksanakan upacara adat seperti ini ditengah berbagai stigma yang masih ada,” Pungkasnya.

Upacara ritual adat dipimpin oleh para tonaas yakni Rinto Taroreh, Marten Rampengan, Jein Taroreh, dan Franky Wehantow.

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *