Goni/PewartaSulut.id
Manado,
Laskar Narapidana Mandiri melaksanakan audiensi resmi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sulawesi Utara. Kamis,(11/06/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi lintas iman guna mendukung pelaksanaan pembinaan keagamaan yang berkualitas di lingkungan pemasyarakatan seluruh wilayah Sulawesi Utara.
Audiensi diterima secara langsung oleh Ketua Umum MUI Provinsi Sulawesi Utara, Prof. Dr. KH. Nasruddin Yusuf, M.Ag., didampingi oleh wakil ketua, H. Abid Takalamingan, S.H., Μ.H dan Sekretaris Umum MUI Provinsi Sulawesi Utara, Dr. M. Taher Tanggung, M.Si.
Sementara itu, rombongan Laskar Narapidana Mandiri dipimpin oleh Kepala Bidang Keagamaan dan Sosial, Ev. Andreas Lantu, yang hadir mewakili Ketua Umum organisasi tersebut, Bapak Alfa Kaliey.
Turut mendampingi dalam pertemuan ini adalah Ps. Ricky Sahambangung, M.Pd.K., M.Mis., M.Th.
Agenda utama yang dibahas dalam audiensi adalah rencana pelaksanaan program Pesantren Kilat Napiri yang akan diselenggarakan di seluruh Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan (Lapas/Rutan) di Sulawesi Utara.
Program ini dirancang sebagai sarana pembinaan keagamaan bagi warga binaan beragama Islam yang disusun secara terstruktur, terarah, dan berkesinambungan.
Dalam pertemuan tersebut juga disampaikan bahwa selama ini Laskar Narapidana Mandiri telah menjalankan program Sekolah Alkitab Napiri sebagai wadah pembinaan rohani bagi warga binaan yang beragama Kristen.
Dengan adanya rencana pelaksanaan Pesantren Kilat Napiri, diharapkan tercipta keseimbangan dan keadilan dalam pelayanan pembinaan keagamaan lintas iman di lingkungan pemasyarakatan.
Semua program dilaksanakan dengan tetap menjunjung tinggi nilai toleransi, moderasi beragama, serta penghormatan mendalam terhadap keberagaman keyakinan yang ada.
Audiensi ini menandai dimulainya kerja sama strategis antara kedua pihak.
Kerja sama ini bertujuan untuk mendukung program pembinaan kepribadian dan kerohanian warga binaan, sejalan dengan tujuan utama sistem pemasyarakatan, yaitu membentuk individu yang beriman, berakhlak mulia, dan memiliki kesiapan untuk kembali hidup bermasyarakat secara positif dan bertanggung jawab.












