Pnt Hendrie Justus Kuhu Dinilai Layak Pimpin Desa Tondegesan Kawangkoan

Penatua Hendrie Justus Kuhu
banner 468x60

Baim / Pewartasulut.id

KAWANGKOAN,

Example 300x600

Arus dukungan serta antusiame warga mendorong untuk maju sebagai Hukum Tua (kepala desa) bagi Hendrie Justus kuhu begitu signifikan.

Istri dari Jane Rumawouw itu dilnilai layak untuk menjalankan roda pemerintahan di Desa Tondegesan, Kecamatan Kawangkoan, Kabupaten Minahasa.

Sejumlah warga menilai, aktif dalam pelayanan gereja serta perhatian Hendry bagi masyarakat  dalam keseharian melalui respon cepat yang selalu langsung ditindaklanjuti itu menunjukkan akan ketulusan serta komitmen untuk benar-benar memahami kebutuhan rakyat.

“Selama kami mengenal Penatua Hendrie, beliau sangat cepat merespon jikalau ada keluhan warga. Apapun itu, pasti langsung direspon dan dibantu,” kata Stefie Rembet warga Tondegesan, Minggu (10/05/26).

Penatua Hendrie Justus Kuhu Saat Mendaftar Sebagai Bakal Calon Hukum Tua Tondegesan Belum Lama ini.

Menurut Rembet, selain pelayannya keseharian yang begitu sosial ditengah masyarakat, pelayanan dibidang rohani beliau juga baik. Saat ini belia saat ini dipercayakan sebagai penatua kolom 3 sekaligus sekertaris jemaat GMIM Damai Tondegesan.

“Desa Tondegesan tentu butuh karakter pemimpin yang punya kepedulian  seperti Pnt Hendrie untuk jadi Hukum Tua,” tegas Rembet.

Tak hanya dari warga yang tinggal di desa Tondegesan, arus dukungan juga datang dari Tokoh masyarakat yang tinggal diluar Tondegesan Herdy Kalengkongan.

Hendrie kuhu merupakan figur muda yang dianggap layak memimpin di desa Tondegesan dengan rekam jejak yang tidak diragukan lagi.

Dia berharap nantinya ketika Pnt Hendrie dipercaya oleh warga masyarakat desa, kedepan ketika ada program pemerintah pastinya benar-benar akan tepat sasaran alias pro rakyat.

Penatua Hendrie Justus Kuhu Bersama Istri dan Anak dalam Keluarga Kuhu Rumawouw.

Sementara itu Pnt Hendrie Kuhu saat ditemui dikediaman mengatakan, langkah yang diambil saat ini sebenarnya bukan sekadar hanya karena kerinduan untuk membangun di desa, melainkan juga sebagai wujud keseriusan dan kepeduliannya untuk menjawab atas dorongan masyarakat.

Dia berkomitmen untuk mendengarkan dan memperjuangkan berbagai aspirasi, mulai dari kebutuhan pembangunan hingga harapan warga untuk kemajuan desa ke depan.

“Keputusan untuk maju bukan didorong ambisi pribadi, melainkan panggilan pelayanan, Ini adalah bentuk pelayanan kepada masyarakat. Saya ingin hadir dan bekerja nyata untuk masyarakat,” ungkap ayah 2 anak tersebut.

Dikatakannya, yang terpenting dalam hal ini bukanlah soal pertarungan untuk meraih kemenangan, akan tetapi bagaimana bisa terus membangun desa tercinta.

“Menang atau kalah itu hanyalah hasil akhir dalam sebuah pesta demokrasi, namun yang harus terus diperjuangkan adalah terus membangun untuk kesejahteraan masyarakat nantinya,” kuncinya.

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *