VIRAL! Birokrasi Ribet Disorot, Ratusan Mahasiswa UNIMA Rela Antre Bawa Berkas Manual

banner 468x60

Goni/PewartaSulut.id

Tondano – Pemandangan memprihatinkan yang kini tengah viral dan menjadi perbincangan hangat terjadi di kampus Universitas Negeri Manado (UNIMA) pada Kamis, (09/07/2026).

Example 300x600

Informasi yang didapat media, ratusan mahasiswa tampak membludak dan membentuk antrean panjang di depan ruangan Wakil Rektor II UNIMA.

Mirisnya, banyak mahasiswa yang terpaksa menunggu sejak pagi, bahkan ada yang sudah antre dari hari-hari sebelumnya demi mendapatkan hasil verifikasi berkas.

Kejadian ini disinyalir kuat berkaitan dengan tenggat waktu pengurusan administrasi biaya kuliah mahasiswa.

Berdasarkan Keputusan Rektor Universitas Negeri Manado Nomor 477/UN41/HK/2026, jadwal tahapan permohonan pengurangan dan pencicilan biaya kuliah untuk Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027 ditetapkan berakhir pada tanggal 10 Juli 2026.

Mepetnya waktu penutupan ini diduga menjadi salah satu penyebab membludaknya antrean mahasiswa.

Namun, yang paling memicu kekecewaan dan keluhan mahasiswa adalah indikasi buruknya sistem pelayanan UNIMA.

Setelah berjam-jam mengantre di ruangan Wakil Rektor II, mahasiswa yang telah mendapatkan hasil verifikasi diharuskan membawa sendiri dokumen fisik tersebut ke Pusat Komputer (Puskom) UNIMA.

Sistem manual ini dinilai sangat memberatkan dan tidak efisien.

Sorotan datang dari Ketua PMKRI Tondano, Idelfons Suarlembit, dengan memberikan kritik tajam terkait fenomena rantai birokrasi kampus yang berbelit-belit ini.

“Kejadian saat ini sangat mengindikasikan kurangnya pelayanan UNIMA. Padahal seharusnya sebagai lembaga pendidikan tinggi, prosesnya seharusnya terintegrasi sempurna dan satu pintu. Tidak masuk akal jika di era sekarang mahasiswa masih harus bolak-balik membawa berkas sendiri dari ruangan Wakil Rektor dua ke Puskom,”tegas Idelfons.

Insiden ini memunculkan desakan publik agar pihak rektorat segera membenahi sistem birokrasi dan administrasi akademiknya menuju sistem digitalisasi yang terintegrasi (One Stop Service).

Ia menilai, Hal tersebut sangat krusial agar mahasiswa tidak lagi menjadi korban dari inefisiensi pelayanan birokrasi kampus.

Sebagai catatan tambahan dari pihak rektorat, setelah tahap permohonan ini selesai, tahapan selanjutnya adalah masa verifikasi yang dijadwalkan berlangsung mulai tanggal 13 Juli 2026 hingga 23 Juli 2026.

Mahasiswa berharap penuh agar pada tahapan verifikasi lanjutan nanti, pihak UNIMA sudah mengevaluasi sistem pelayanannya sehingga kejadian antrean horor ini tidak terulang kembali.

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *