Goni/PewartaSulut.com
Minahasa,
Wolaang – Pemilihan pemimpin desa merupakan momen penting yang menentukan arah pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Di Desa Wolaang, Kecamatan Langowan Timur, sosok Audy Wungkar hadir sebagai calon Hukum Tua yang membawa semangat dan konsep jelas untuk membangun desa yang lebih baik.
Pada media, ia mengungkapkan termotivasi maju dikarenakan dukungan kepercayaan masyarakat serta landasan nilai yang kuat. Jumat, (05/06/2026).
ia berkomitmen mengabdi kembali demi kemajuan bersama.
VISI: MEWUJUDKAN DESA YANG LEBIH “BAIK”
Sebagai pedoman utama dalam kepemimpinannya, Audy Wungkar memperkenalkan visi yang disingkat menjadi kata “BAIK”, yang memiliki makna mendalam sebagai berikut:
- B untuk Kebersamaan: Menyatukan seluruh elemen masyarakat tanpa membedakan latar belakang, membangun kerja sama yang erat demi kepentingan desa.
- A untuk Aman: Menciptakan lingkungan yang tertib, damai, dan terjamin keamanannya bagi seluruh warga, tua maupun muda.
- I untuk Iman: Menjadikan nilai-nilai iman dan ketakwaan sebagai landasan moral dalam setiap kebijakan dan tindakan pemerintahan desa.
- K untuk Kerja Nyata: Mengutamakan tindakan yang nyata dan hasil yang terasa langsung oleh masyarakat, bukan sekadar janji.
LATAR BELAKANG DAN KELUARGA
Audy Wungkar lahir dan besar di lingkungan masyarakat yang mayoritas bermata pencaharian sebagai petani, sehingga ia memahami benar kebutuhan dan tantangan yang dihadapi oleh warga Desa Wolaang.
Dalam kehidupan pribadinya, ia didampingi oleh istri tercinta, Mesinta Goni, dan dikaruniai dua orang anak, yaitu Etza Wungkar dan Kenwar Wungkar.
Selain itu, ia juga dikenal sebagai Gembala di GGP Syalom Wolaang.
Pengalaman dan pelayanannya dalam bidang rohani membentuk karakter kepemimpinannya yang mengutamakan keadilan, kejujuran, dan pelayanan dengan hati.
KEBERANIAN MAJU DAN DUKUNGAN MASYARAKAT
Dalam proses pencalonannya, Audy Wungkar menyampaikan bahwa ia awalnya mendaftarkan diri secara mandiri. Namun, langkahnya ini kemudian mendapatkan tanggapan yang sangat positif dari masyarakat.
“Sebagai kesaksian pribadi, ketika saya menyatakan keinginan untuk maju kembali, banyak warga yang datang menyampaikan dukungan dan doa. Saya sadar sepenuhnya bahwa ini semua adalah anugerah Tuhan Yang Maha Kuasa, serta kepercayaan besar yang masih diberikan oleh masyarakat Wolaang untuk saya memimpin kembali,” ungkapnya.
PERHATIAN TERHADAP KEBUTUHAN UTAMA DESA
Mengingat sebagian besar warga Desa Wolaang bekerja sebagai petani, Audy Wungkar menegaskan bahwa perhatian utama akan diarahkan pada pengembangan sektor pertanian.
Ia bertekad mendampingi petani agar dapat meningkatkan hasil panen, memperoleh akses pasar yang lebih baik, dan kesejahteraannya semakin terangkat.
Pemilihan Hukum Tua Desa Wolaang akan diikuti oleh 1.823 pemilih yang telah terdaftar.
Jumlah ini mencerminkan antusiasme masyarakat untuk berpartisipasi menentukan pemimpin yang tepat.
Audy Wungkar mengajak seluruh warga untuk menggunakan hak pilihnya dengan bijak, demi terwujudnya Desa Wolaang yang benar-benar Bersatu, Aman, Beriman, dan Bekerja Nyata menuju masa depan yang lebih cerah.












