Estephanus Dimpudus Maju Kembali Untuk Memimpin Desa Tonsea Lama

banner 468x60

Goni/PewartaSulut.id

Minahasa,

Pemilihan Hukum Tua Desa Tonsea Lama memasuki tahap krusial dengan hadirnya salah satu tokoh yang telah mengabdi selama satu periode, Estephanus Dimpudus.

Example 300x600

Ia kembali mencalonkan diri sebagai pemimpin desa dengan nomor urut satu.

Langkah ini diambil setelah dirinya menjabat sebagai Hukum Tua sejak tahun 2017, membawa berbagai kemajuan dan penghargaan yang mengangkat nama Desa Tonsea Lama baik di tingkat daerah maupun nasional.

Pada media, ia membeberkan selama memegang tampuk pemerintahan desa, Estephanus Dimpudus dan jajarannya telah mencatatkan sejumlah prestasi yang menjadi bukti nyata kinerja yang terukur dan transparan. Rabu, (03/06/2026).

Di antaranya adalah diraihnya predikat Desa Anti Korupsi Nasional pada tahun 2025, yang menegaskan komitmen kuat pemerintahan desa dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel, dan bebas dari praktik penyimpangan.

Sebelumnya, pada tahun 2024, Desa Tonsea Lama juga mendapatkan penghargaan sebagai Desa Matang Pengadaan Barang dan Jasa Tingkat Nasional, sebuah pencapaian yang menunjukkan kemampuan pengelolaan keuangan dan aset desa yang profesional dan sesuai peraturan perundang-undangan.

Tidak berhenti di situ, pada tahun 2023, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Utara juga memberikan apresiasi dengan menyematkan gelar Desa Cinta Statistik, sebagai pengakuan atas keteraturan dan ketepatan data pembangunan yang dikelola desa.

‎Dalam perencanaan pembangunan jangka menengah yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMD), Estephanus telah menempatkan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai prioritas utama.

Menyadari bahwa rata-rata tingkat pendidikan masyarakat masih berada pada jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), pemerintahan desa yang dipimpinnya telah merancang dan menjalankan program peningkatan kualitas pendidikan melalui program kejar paket.

Langkah ini bertujuan untuk membuka akses kesetaraan pendidikan bagi seluruh warga, agar mampu bersaing dan mengembangkan potensi diri secara optimal.

‎Selain pendidikan, strategi pengembangan desa juga diarahkan pada sektor pariwisata yang dianggap memiliki potensi sangat besar.

Desa Tonsea Lama diketahui memiliki kekayaan alam dan sejarah yang melimpah, mulai dari situs sejarah seperti Goa Jepang dan PLTA Tonsea Lama, keindahan alam berupa aliran sungai, air terjun, hingga kawasan perbukitan Makawembeng yang menawarkan panorama alam yang memukau.

Estephanus bertekad mengembangkan sektor ini menjadi andalan ekonomi desa, dengan mengintegrasikan potensi sumber daya alam dan budaya lokal.

‎Kekayaan budaya menjadi aset tak ternilai yang juga menjadi fokus perhatian.

Tradisi seperti tarian Kabasaran, musik Kolintang, kesenian Maengket, serta penggunaan Bahasa Daerah Tonsea dan nilai-nilai adat yang masih lestari di tengah masyarakat, akan terus dilestarikan dan dikembangkan sebagai daya tarik tersendiri.

Pengembangan budaya ini diharapkan dapat memperkuat identitas masyarakat sekaligus menjadi nilai tambah bagi pengembangan pariwisata desa.

‎Proses demokrasi di Desa Tonsea Lama juga dikenal berjalan dengan tertib dan damai.

Sebanyak 32 kali pelaksanaan pemilihan Hukum Tua di desa ini senantiasa berlangsung dalam suasana yang kondusif, aman, dan penuh kekeluargaan.

Pada pemilihan kali ini, tercatat sebanyak 1.676 jiwa terdaftar sebagai pemilih yang berhak menentukan masa depan desa dalam lima tahun ke depan.

Sebagai calon, Estephanus juga membawa bekal pengalaman profesional yang luas, setelah sebelumnya berkarier dan bekerja di perusahaan asing, yang diharapkan dapat memberikan wawasan dan pendekatan manajerial modern dalam mengelola pemerintahan desa.

Visi dan Misi Membangun Desa Bersama

‎Dalam pernyataan resminya, Estephanus Dimpudus memaparkan visi pembangunan yang menjadi landasan jika dipercaya kembali memimpin.

Visinya untuk Desa Tonsea Lama dirumuskan sebagai: “Desa Tonsea Lama adalah Rumah Kita Bersama Sebagai Pusat Destinasi”.

‎Makna dari visi tersebut adalah menjadikan Desa Tonsea Lama sebagai kawasan yang diminati dan dikunjungi oleh pengunjung dari tingkat lokal, nasional, hingga mancanegara.

Lebih dari sekadar tempat wisata, desa ini diharapkan tumbuh menjadi pusat pembelajaran, desa percontohan, serta menjadi teladan baik dalam lingkup individu, komunal, maupun universal.

Keberhasilan mewujudkan visi ini didukung oleh ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai serta kualitas Sumber Daya Manusia yang handal dan berdaya saing.

‎Sementara itu, misi pembangunan dirumuskan secara mendasar untuk mewujudkan cita-cita tersebut, yaitu “Terbentuknya Desa yang Mandiri, Konstruktif, dan Produktif Demi Kemakmuran Generasi Mendatang”.

‎Estephanus menegaskan bahwa Desa Tonsea Lama merupakan wilayah adat yang telah dirintis dan dibangun oleh para leluhur.

Wilayah ini adalah amanah yang harus dijaga dan dikelola oleh generasi saat ini demi terciptanya kesejahteraan yang berkelanjutan bagi anak cucu.

Oleh karena itu, seluruh potensi yang dimiliki—baik sosial budaya, sejarah, alam, maupun sumber daya manusia—akan dikelola secara terencana dan berkelanjutan.

Pengelolaan potensi tersebut akan disertai dengan pembangunan sarana penunjang, terutama akses jalan menuju lokasi-lokasi unggulan, agar dapat dinikmati dan dimanfaatkan secara optimal.

Dengan dukungan masyarakat yang memiliki tingkat intelektualitas dan kesadaran tinggi, Estephanus optimis bahwa seluruh elemen masyarakat dapat berperan aktif sebagai motor penggerak pembangunan untuk menjadikan “rumah kita bersama” ini semakin maju, mandiri, dan sejahtera.

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *