Perjuangkan Hak Masyarakat Adat, AMAN SULUT Buat Pelatihan Kader

banner 468x60

Goni/PewartaSulut.id

Minahasa,

Example 300x600

Pengurus Wilayah Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Sulawesi Utara menggelar Pelatihan Kader Penggerak Community Organizer, berlokasi di Kobong Om Tani, Langowan barat, Minahasa.

Pelatihan diikuti kader AMAN Sulawesi utara dari perwakilan komunitas adat.

Djarna Patilima, sebagai salah satu peserta mengatakan, ketika mengikuti pelatihan ia bisa lebih mengetahui perjuangan AMAN.

“Ini penting karena memberi gambaran soal apa yang harus dilakukan di wilayah adat ke depan,” sebut Djarna, Minggu, 21 Mei 2026.

Ia menambahkan, pelatihan kader penggerak Community Organizer sangat menambah wawasan tentang bagaimana kerja-kerja AMAN guna membela Masyarakat Adat.

“Perlu ada edukasi dan sosialisasi karena organisasi ini membantu kami untuk terus membela setiap hak Masyarakat Adat,” sampainya.

Kepala Biro OKK AMAN Sulut, Meliza Mamangkey, menjelaskan bahwa pelatihan kader penggerak sangat penting untuk membekali para Kader AMAN.

“Seorang kader penggerak harus memiliki banyak pengetahuan soal Masyarakat Adat, sadar akan jati diri, dan memahami apa yang sebenarnya mereka perjuangkan,” ujar Meliza.

“Ini merupakan salah satu cara agar kami membangkitkan kesadaran komunitas adat tentang bagaimana seharusnya mempertahankan wilayahnya,” imbuhnya.

Ia berharap, setelah pelatihan para Kader AMAN bisa membaca setiap pola dan menganalisa dinamika di Masyarakat Adat.

Ketua PH AMAN Wilayah Sulut, Kharisma Kurama mengatakan penguatan kader menjadi bagian penting dalam membangun gerakan Masyarakat Adat yang lebih terorganisir dan berdaya.

“Community Organizer bukan sekadar penggerak organisasi, tetapi juga menjadi ujung tombak perjuangan di komunitas adat. Mereka harus mampu mengorganisir masyarakat, membangun kesadaran kritis, dan memastikan hak-hak Masyarakat Adat tetap diperjuangkan,” ujarnya.

Ia menegaskan, tantangan yang dihadapi Masyarakat Adat di Sulawesi Utara semakin kompleks, mulai dari ancaman terhadap wilayah adat hingga kebijakan yang belum sepenuhnya berpihak pada Masyarakat Adat.

“Karena itu, kader-kader AMAN harus hadir di tengah komunitas, memahami persoalan di akar rumput, serta mampu membangun solidaritas dan gerakan bersama,” tutupnya.

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *