Redaksi PewartaSulut.Id
MINAHASA,
Laskar Narapidana Mandiri (Laskar Napiri) membuat suatu terobosan baru sebuah pembinaan yang menempatkan penguatan iman sebagai fondasi utama bagi warga binaan sebelum kembali melangkah ke tengah masyarakat, dengan Menggandeng Jajaran Kanwil Kemenkumham Sulawesi Utara (Sulut), membuka Sekolah Alkitab di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tondano.
Pembukaan Sekolah Alkitab tersebut oleh Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum (Kabag TUM) Kanwil ditjen Sulut, Yulius Paath, disaksikan oleh Kepala Lapas Kelas IIB Tondano Akhmad Sobirin, Rabu (25/03/26) dan dihadiri oleh warga binaan Lapas Tondano.
Dalam sambutannya, Kabag TUM mengapresiasi penuh inisiatif Laskar Napiri yang proaktif membantu pembinaan kerohanian di dalam Lapas. Ia menegaskan bahwa penguatan nilai spiritual menjadi kunci utama transformasi karakter para warga binaan.
“Kami menyambut baik Sekolah Alkitab ini. Sesuai pesan Pak Kakanwil, kami ingin kegiatan ini memberikan dampak nyata,
kami ingin para warga binaan meningkatkan keimanan sehingga saat bebas nanti, mereka siap menjadi anggota masyarakat yang produktif,” ujar Paath tegas.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Lapas Kelas IIB Tondano, Akhmad Sobirin, menyatakan dukungan penuh. Ia menilai Sekolah Alkitab menjadi sarana efektif untuk mengubah perilaku narapidana selama menjalani masa pidana.
Di sisi lain, Ketua Laskar Napiri, Alfa Kaliey, menyampaikan terima kasih atas keterbukaan pihak Kanwil dan Lapas Tondano. Ia berkomitmen menjalankan program ini secara berkelanjutan agar memberikan dampak spiritual yang mendalam bagi seluruh peserta.
“Terimakasih kepada Kemenkumham Wilayah Sulut dan Pimpinan serta Jajaran Lapas Kelas IIB Tondano yang telah memberikan perhatian penuh kepada kami dalam membentuk Sekolah Alkitab ini, dengan harapan dapat memberikan nilai tambah, bermanfaat serta Pemulihan Iman bagi warga Binaan sebelum kembali melangkah ditengah masyarakat,” ujar Alfa.
Langkah ini mempertegas komitmen Kanwil Ditjen Sulawesi Utara dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang humanis dan berorientasi pada pemulihan hidup masyarakat binaan.












