KKR Akbar “Manado Disayang Tuhan” Sukses Menguatkan Iman Warga Kota Manado  

banner 468x60

William/PewartaSulut.id

MANADO – Komunitas Kristen Unity In Jesus Christ dengan penuh sukacita dan khidmat telah berhasil menyelenggarakan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) Akbar yang dirangkaikan dengan konser rohani nasional di Kota Manado.

Example 300x600

Kegiatan besar yang menjadi momen persekutuan umat lintas gereja ini berlangsung pada Kamis, (23/07/2026), bertempat di Taman Kebangkitan Bangsa, salah satu ruang publik terbesar dan paling bersejarah di pusat ibu kota Provinsi Sulawesi Utara.

Mengusung tema utama “Manado Disayang Tuhan” dengan landasan firman Tuhan tertulis dalam Injil Matius 3:2 yang berbunyi, “Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!”, acara ini dihadiri oleh ribuan umat dari berbagai latar belakang usia, gereja, dan wilayah, yang datang dengan satu kerinduan yang sama: mengalami perjumpaan pribadi dengan Tuhan dan menerima pembaharuan hidup rohani.

Sebagai bentuk komitmen menghadirkan firman yang kuat dan menyentuh hati, panitia penyelenggara secara khusus mendatangkan salah satu tokoh pelayan Tuhan yang telah dikenal luas melalui pelayanannya di berbagai penjuru tanah air, yaitu Ps. Michael Ponelo, yang berasal dari Jakarta. Kehadiran beliau di tengah-tengah jemaat Kota Manado disambut dengan penuh antusiasme, karena melalui pelayanannya selama ini, banyak jiwa yang telah mengalami pertobatan, kesembuhan, dan penguatan iman yang nyata.

Rangkaian acara dibuka dengan pujian dan penyembahan yang menggema melalui konser rohani, di mana tim musik dan paduan suara Unity In Jesus Christ membawakan lagu-lagu rohani yang penuh kuasa, menciptakan suasana yang khidmat, hangat, dan penuh hadirat Tuhan sejak menit pertama kegiatan dimulai.

Pada kesempatan itu, Ps. Michael Ponelo menyampaikan firman Tuhan yang mendalam, sederhana, namun sangat menohok hati seluruh hadirin.

Beliau memulai khotbahnya dengan menegaskan satu kebenaran kekal yang tidak pernah berubah, yaitu bahwa Tuhan itu baik bagi semua orang tanpa terkecuali. Kebenaran ini, tegas beliau, sesungguhnya telah dinyatakan oleh Allah sendiri sejak 2.500 tahun yang lalu, melalui janji-janji-Nya yang tertulis di dalam Kitab Suci, bahwa suatu hari nanti Allah sendiri akan turun ke dunia, mengambil rupa menjadi manusia, untuk menyatakan kasih-Nya yang sempurna kepada seluruh ciptaan yang telah Ia ciptakan dengan sangat baik.

Lebih lanjut, Ps. Michael Ponelo menjelaskan bahwa kasih Allah bukanlah kasih yang hanya diucapkan dengan kata-kata, melainkan kasih yang dibuktikan melalui tindakan nyata yang penuh kerendahan hati.

Allah yang adalah Raja atas segala raja, Pencipta alam semesta, dan yang berkuasa atas segala sesuatu, dengan sukarela meninggalkan kemuliaan-Nya di sorga.

Ia lahir ke dalam dunia ini bukan di dalam istana yang megah, bukan di tengah kemewahan duniawi, melainkan mengambil posisi yang paling hina: dilahirkan di dalam kandang hewan, dibaringkan di dalam palungan, dan tumbuh besar di tengah kehidupan yang sederhana.

Puncak dari bukti kasih Allah itu terlihat pada saat kematian-Nya yang juga sangat hina, yaitu disalibkan di atas kayu salib, menanggung segala malu, penderitaan, dan hukuman dosa yang seharusnya ditanggung oleh manusia.

Semua itu dilakukan-Nya dengan satu tujuan tunggal: menebus seluruh dosa manusia, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Di akhir bagian khotbahnya, Ps. Michael Ponelo menegaskan kembali betapa luas dan tidak terbatasnya kasih Tuhan.

“Allah mengasihi semua manusia, tanpa memandang latar belakang, dosa masa lalu, maupun kedudukan hidup di dunia ini. Apa pun yang sedang kita hadapi, apa pun beban yang kita pikul, satu hal yang pasti: Tuhan tidak akan pernah meninggalkan kita,” ucapnya beliau diiringi sorakan iman dari seluruh hadirin.

Beliau juga mengajak semua orang yang hadir untuk tidak menunda-nunda lagi momen pertobatan, karena sesuai firman yang menjadi dasar kegiatan, Kerajaan Allah sudah dekat, dan keselamatan tersedia bagi setiap orang yang mau bersedia membuka hatinya bagi Yesus Kristus.

Sementara itu, Pendeta Osi Kaloh selaku Ketua Panitia Pelaksana KKR Akbar Unity In Jesus Christ, dalam pernyataannya kepada awak media dan di hadapan seluruh jemaat, menyampaikan rasa syukur yang sebesar-besarnya kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas kelancaran dan keberhasilan penyelenggaraan kegiatan besar ini.

Beliau mengakui bahwa proses persiapan yang memakan waktu berbulan-bulan tidak terlepas dari berbagai tantangan, namun berkat doa bersama dan dukungan seluruh pihak, semua dapat dilalui dengan baik hingga acara berlangsung sesuai rencana dan bahkan melampaui ekspektasi.

Pendeta Osi Kaloh juga menyampaikan tujuan utama diadakannya KKR Akbar ini.

Menurut beliau, kegiatan ini bukan sekadar acara tahunan rutin belaka, melainkan sebuah sarana yang Tuhan siapkan untuk membawa pembaharuan rohani bagi Kota Manado khususnya dan masyarakat Sulawesi Utara pada umumnya.

“Kami percaya sepenuhnya, bahwa melalui KKR yang Tuhan izinkan kami laksanakan ini, akan ada banyak jiwa yang makin teguh percaya kepada Yesus Kristus, banyak hati yang pulih, dan banyak hidup yang diubahkan menjadi lebih baik,” ujar beliau dengan penuh keyakinan.

Lebih jauh, Ketua Panitia menjelaskan bahwa tema “Manado Disayang Tuhan” sengaja diangkat sebagai pengingat sekaligus doa bersama seluruh umat. Tema ini menjadi pernyataan iman bahwa sejak dahulu kala, Tuhan telah mencurahkan kasih, berkat, dan perlindungan-Nya yang luar biasa atas Kota Manado dan seluruh penduduknya.

Di saat yang sama, tema ini juga menjadi doa dan harapan kolektif seluruh jemaat, supaya di masa-masa mendatang, kasih Tuhan itu senantiasa tercurah semakin melimpah, sehingga Kota Manado boleh tetap menjadi kota yang damai, sejahtera, diberkati Tuhan dalam segala aspek kehidupan, dan semakin banyak penduduknya yang hidup takut akan Tuhan serta saling mengasihi satu sama lain.

Kegiatan KKR Akbar yang berlangsung sejak sore hingga menjelang malam itu juga diwarnai dengan momen-momen yang sangat menyentuh hati, seperti saat doa penyerahan diri bagi mereka yang ingin bertobat, doa kesembuhan, serta doa syafaat bersama untuk Kota Manado, para pemimpin daerah, dan seluruh bangsa Indonesia.

Panitia juga menyampaikan terima kasih yang tulus kepada Pemerintah Kota Manado, aparat kepolisian, tenaga medis, para relawan, serta seluruh pihak yang telah membantu terselenggaranya acara ini, sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan aman, tertib, dan penuh berkat tanpa kendala yang berarti.

Sebagai penutup, seluruh jemaat yang hadir sepakat bahwa KKR Akbar “Manado Disayang Tuhan” tahun ini bukanlah titik akhir dari sebuah perjalanan rohani, melainkan justru menjadi titik awal yang baru bagi setiap orang untuk hidup lebih bertobat, lebih tekun berdoa, dan lebih nyata mengasihi sesama sesuai ajaran Kristus.

Diharapkan, buah-buah rohani yang ditanamkan melalui firman yang disampaikan Ps. Michael Ponelo ini akan terus tumbuh dan berbuah dalam kehidupan sehari-hari, sehingga benar-benar terwujud apa yang menjadi tema kegiatan: Kota Manado yang senantiasa hidup di bawah kasih, perlindungan, dan berkat Tuhan Yang Maha Kuasa, untuk kemuliaan nama-Nya semata.

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *