Redaksi Pewartasulut.id
TALAUD,
Laskar Narapidana Mandiri (Napiri) Sulawesi Utara (Sulut) terus berkomitmen. Melalui program mendorong dan perubahan hidup, serta pertobatan, organisasi pimpinan Ketua Umum Laskar Napiri, Alfa Christian Kaliey ini konsiten menyosialisasikan program kerja mereka.
Kali ini organisasi tersebut menggelar kegiatan kerohanian di Lapas Kelas III Lirung, Kabupaten Talaud pada Kamis (09/04/26).
Kepala Bidang (Kabid) Kerohanian Laskar Napiri Ev. Andreas Lantu mengatakan, pada kesempatan itu pihaknya bersosialisasi tentang kerja-kerja organisasi, serta membagikan Alkitab kepada para warga binaan pemasyarakatan (WBP) di lapas tersebut.
“Saat ini bersosialisasi, beribadah, serta membagikan alkitab bagi para narapidana,” kata Ev Andreas.
Selain itu lanjut Andreas, mereka juga menyampaikan untuk rencana membuka Sekolah Alkitab Napiri bagi warga binaan.
Kata Andreas, ibadah rutin saja belum efektif, perubahan perilaku memerlukan pendekatan yang lebih mendalam.
Oleh karena itu, Napiri menghadirkan pembelajaran dasar Alkitab secara sistematis. Program ini bertujuan mendorong perubahan hidup dan pertobatan.
”Kami ingin seluruh Lapas di Sulawesi Utara memiliki Sekolah Alkitab Napiri,” ujar Andreas
Kata dia, Laskar Napiri berharap pemahaman agama menjadi faktor kunci rehabilitasi. Oleh sebab itu, pendidikan agama secara terstruktur sangat penting.
“Masa hukuman bukan jaminan perubahan karakter,” terangnya.
Kesempatan itu juga, ia bercerita tentang pengalaman pribadinya saat menjalani masa tahanan dahulu. Ia mengaku mulai bertobat saat belajar Alkitab secara otodidak. Pengalaman tersebut terjadi di dalam penjara.
”Hanya Injil yang mampu mengubah karakter seseorang, bukan sekadar penjara, berharap tenaga pengajar profesional dapat mempermudah proses perubahan karakter sehingga mereka (Warga Binaan) siap kembali ke Masyarakat,” pesan Andreas.
Sebelum sosialisasi program Laskar Napiri, digelar Ibadah bersama dengan menghadirkan Ev. Aldy Sanggili, S.Th. M.Div sebagai pengkhotbah. Ia menyampaikan pesan religius bertema “Injil adalah Kabar Baik”.












