Redaksi Pewartasulut.id
MINAHASA,
Figur muda energik yakni Maikel Lumentut memastikan dirinya maju sebagai calon pemimpin untuk menjalankan roda pemerintahan di Desa Talikuran, Kecamatan Remboken, Kabupaten Minahasa.
Hal tersebut dipastikan usai dirinya mendaftar diri sebagai salah satu bakal calon (Bacalon) Hukum Tua (Kepala Desa) pada panitia pemilihan Hukum Tua (Pilhut) baru-baru ini.
Teranyar, keinginannya untuk maju faktanya selain untuk menjawab kerinduan untuk membangun di kampung halaman, juga atas dorongan dari warga masyarakat setempat.
Antusiasme warga yang begitu signifikan saat mengantar ketempat pendaftaran mencerminkan harapan besar masyarakat bagi sosok Maikel Lumentut untuk memimpin keberlanjutan program pembangunan di desa.
Tak heran jika dirinya dijuluki “Tuama Leos” oleh warga, yang artinya laki laki baik dalam bahasa Toulour.
Ikhlas dalam membantu setiap keluhan warga, Isteri dari Diaken Meita Mandias itu dinilai sangat layak untuk memimpin desa Talikuran tercinta.
Warga menilai, perhatian melalui respon cepat yang selalu langsung ditindaklanjuti itu menunjukkan akan ketulusan serta komitmen untuk benar-benar memahami kebutuhan rakyat.
“Selama kami mengenal Penatua Maikel, dia cepat skali merespon untuk membantu jikalau kami datang meminta bantuan. Apapun itu pasti langsung direspon, makanya kami menyebut dia tuama leos” kata Meily Mumek warga talikuran diwawancarai Media ini, Minggu (19/04/26) di Remboken.
Menurut Meily selain pelayannya keseharian yang begitu sosial ditengah masyarakat, pelayanan dibidang rohani juga beliau sangat membantu, sehingga dirinya bisa dipercayakan sebagai penatua kaum bapa (PKB) di jemaat GMIM IMANUEL Remboken.
Dia berharap nantinya dipercaya oleh warga masyarakat desa, kedepan ketika ada program pemerintah pasti benar-benar akan tepat sasaran alias pro rakyat.
“Desa Talikuran butuh karakter yang punya kepedulian seperti Penatua Maikel untuk jadi Hukum Tua,” harapnya.
Sementara itu Penatua Maikel Lumentut saat ditemui dikediaman mengatakan, langkah yang diambil saat ini bukan sekadar hanya karena kerinduan membangun, melainkan juga wujud keseriusan dan kepeduliannya terhadap dorongan masyarakat.
Mantan bendahara jemaat Bukit Moria Waliakat Remboken itu berkomitmen untuk mendengarkan dan memperjuangkan berbagai aspirasi, mulai dari kebutuhan pembangunan hingga harapan warga untuk kemajuan desa ke depan.
“Keputusan untuk maju bukan didorong ambisi pribadi, melainkan panggilan pelayanan, Ini adalah bentuk pelayanan kepada masyarakat. Saya ingin hadir dan bekerja nyata untuk masyarakat,” ungkap ayah 4 anak tersebut.
Dikatakannya, yang terpenting dalam hal ini bukanlah soal pertarungan untuk meraih kemenangan, akan tetapi bagaimana bisa terus membangun desa tercinta.
“Menang atau kalah itu hanyalah hasil akhir dalam sebuah pesta demokrasi, namun yang harus terus diperjuangkan adalah terus membangun untuk kesejahteraan masyarakat nantinya,” kuncinya.












