Polisi Lidik Dugaan Kelalaian Pengelola Proyek Jalan Zakaria Imban

banner 468x60

Juandri / Pewartasulut.Id

KOTAMOBAGU,

Example 300x600

Sorotan tajam kini tertuju pada standar keselamatan proyek infrastruktur di Kota Kotamobagu. Buntut dari kecelakaan tunggal tragis yang merenggut dua nyawa di ruas Jalan Zakaria Imban, Desa Poyowa Kecil, Kecamatan Kotamobagu Selatan.

Satlantas Polres Kotamobagu mengambil langkah cepat. Pihak kepolisian memastikan akan memanggil dan memeriksa kontraktor pelaksana serta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek Hotmix tersebut.

Proyek jalan milik Pemerintah Kota Kotamobagu di bawah naungan Dinas PUPR ini diduga menjadi “aktor utama” di balik insiden maut yang terjadi pada Selasa (12/05/2026) malam lalu.

Polisi kini bergerak cepat membongkar adanya dugaan kelalaian pada proyek tersebut.

Kasat Lantas Polres Kotamobagu, AKP Luster Simanjuntak, menegaskan bahwa fokus utama penyelidikan adalah ketersediaan tanda peringatan di area kerja.

“Ya betul sekali, mereka (Pelaksana Proyek) tetap kami mintai keterangan kaitan dengan apakah tanda-tanda peringatan terpasang atau tidak, bahwa ada pengerjaan proyek sedang dilakukan,” tegas AKP Luster Simanjuntak, Selasa (19/05/2026.

Tak main-main, korps sabuk putih ini langsung menggelar rapat maraton demi menyeret pihak-pihak yang bertanggung jawab.

“Secepatnya, Kanit dan anggota akan rapat terkait tindak lanjut kasus ini,” imbuhnya.

Jika terbukti abai dalam menyediakan fasilitas keselamatan bagi pengguna jalan, kontraktor dan PPK tidak hanya menghadapi sanksi administrasi, melainkan ancaman pidana penjara.

Tragedi ini bermula ketika sepeda motor Honda Scoopy (DB 2911 DS) yang dikendarai oleh pria berinisial RL, berboncengan dengan perempuan berinisial DT, melaju dari arah Desa Kopandakan I menuju Kelurahan Molinow.

Saat memasuki area proyek Hotmix yang diduga minim penerangan dan rambu pengaman, motor korban tergelincir akibat kondisi jalan yang sedang dalam tahap pengerjaan. Dalam kecelakaan tersebut pengendara RL tewas seketika di lokasi kejadian akibat benturan keras, sedangkan DT sempat dilarikan ke rumah sakit karena luka kritis, namun dinyatakan meninggal dunia tak lama kemudian.

Kecelakaan ini memicu gelombang kritik dari masyarakat Kotamobagu. Publik mempertanyakan bagaimana proyek pemerintah bisa berjalan tanpa pengawasan ketat terhadap rambu dan barikade keselamatan yang layak.

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *