QQ / PewartaSulut.Id
MINSEL,
Perusahaan pengolahan kelapa kering (desiccated coconut), PT Kelapa Jaya Lestari (KJL), terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kualitas produksi dan kesehatan tenaga kerja melalui pelaksanaan Medical Check-Up (MCU) secara berkala.
Dalam satu bulan terakhir,
PT KJL telah melaksanakan MCU kepada puluhan karyawan, khususnya di departemen produksi. Kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan perusahaan yang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara.
Tim Humas & Legal PT KJL, Alvin Tumewu bersama Muson Hermanus, mengungkapkan bahwa sebanyak 50 karyawan telah mengikuti pemeriksaan kesehatan tersebut.
“Medical Check-Up ini bukan sekadar formalitas kesehatan karyawan, melainkan pilar penting dalam menjaga keamanan pangan dan keberlangsungan bisnis,” ujar Alvin.
Ia menegaskan, pelaksanaan MCU merupakan kewajiban perusahaan sebagaimana diatur dalam regulasi pemerintah, termasuk Undang-Undang dan Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi yang mengatur tentang keselamatan dan kesehatan kerja.
Lebih dari itu, MCU memiliki peran strategis dalam industri pengolahan kelapa kering yang sangat rentan terhadap kontaminasi. Dengan pemeriksaan kesehatan secara rutin, perusahaan dapat memastikan bahwa karyawan yang terlibat langsung dalam proses produksi terbebas dari penyakit menular seperti tifus, hepatitis A, maupun infeksi parasit yang berpotensi mencemari produk.
Selain aspek keamanan pangan, MCU juga menjadi langkah mitigasi terhadap risiko Penyakit Akibat Kerja (PAK). Lingkungan kerja di pabrik pengolahan kelapa memiliki sejumlah potensi bahaya, mulai dari paparan debu kelapa yang dapat memengaruhi kesehatan pernapasan, kebisingan mesin yang berdampak pada pendengaran, hingga risiko gangguan kulit akibat kontak dengan bahan produksi dan sanitasi.
PT KJL juga memastikan bahwa pelaksanaan MCU sejalan dengan standar internasional seperti HACCP, ISO 22000, dan BRC, yang mensyaratkan pemantauan kesehatan pekerja secara berkala sebagai bagian dari sistem jaminan mutu dan keamanan pangan.
Dari sisi perusahaan, program ini turut memberikan dampak positif terhadap produktivitas kerja. Dengan deteksi dini terhadap kondisi kesehatan karyawan, potensi absensi akibat sakit dapat ditekan. Selain itu, hasil MCU juga menjadi dasar dalam penempatan tenaga kerja sesuai dengan kondisi fisik masing-masing, sehingga meningkatkan efisiensi kerja.
Melalui program ini, PT KJL menegaskan komitmennya tidak hanya dalam menghasilkan produk berkualitas tinggi, tetapi juga dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat, aman, dan berkelanjutan bagi seluruh karyawan. (Qqlee)












