Rahman Salehe : Jaga Kerukunan dan Toleransi Di Perayaan Jumat Agung dan Paskah

banner 468x60

Juandri / PewartaSulut.Id

BOLTIM, 

Example 300x600

Peringatan Jumat Agung dan Hari Raya Paskah 2026 menjadi momentum reflektif yang sarat makna spiritual sekaligus sosial bagi masyarakat Indonesia, termasuk di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim).

Dalam suasana penuh kekhusyukan tersebut, Anggota DPRD Boltim dari Partai PDI Perjuangan, Rahman Salehe, menyampaikan pesan yang tidak hanya bernuansa keagamaan, tetapi juga mengandung nilai kebangsaan yang kuat.
Anggota Legislatif (Aleg) Rahman Salehe menegaskan bahwa Jumat Agung bukan sekadar peringatan ritual keagamaan, melainkan sebuah refleksi mendalam atas nilai pengorbanan, kasih, dan ketulusan yang diajarkan kepada umat manusia

Menurut dia, nilai-nilai tersebut memiliki relevansi yang sangat kuat dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

“Jumat Agung mengajarkan kita tentang arti pengorbanan sejati dan kasih tanpa batas. Ini adalah momentum untuk merenungkan kembali nilai-nilai kemanusiaan yang harus terus kita jaga dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Rahman, Jumat (3/4/2026).

Ia menilai, dalam dinamika kehidupan sosial yang kerap diwarnai berbagai tantangan, nilai pengorbanan dan ketulusan menjadi fondasi penting dalam menjaga harmoni dan kebersamaan.
Oleh karena itu, momen keagamaan seperti Jumat Agung perlu dimaknai secara lebih luas, tidak hanya dalam konteks spiritual, tetapi juga sebagai pengingat akan pentingnya kepedulian sosial.

Lebih lanjut, Rahman juga menyoroti makna Hari Raya Paskah yang jatuh pada Minggu, 5 April 2026. Ia menyebut Paskah sebagai simbol kemenangan kehidupan atas kematian serta harapan baru bagi umat manusia.

Kebangkitan, menurutnya, bukan hanya dimaknai secara teologis, tetapi juga sebagai semangat untuk bangkit dari berbagai persoalan hidup.
“Paskah menjadi pengingat bahwa setiap tantangan dan kesulitan yang dihadapi pasti dapat dilalui dengan iman, keteguhan, dan semangat kebersamaan,” katanya.

Dalam konteks kehidupan bermasyarakat di Boltim, Rahman mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan momentum ini sebagai penguat persatuan dan kerukunan. Ia menekankan bahwa keberagaman yang ada bukanlah penghalang, melainkan kekuatan yang harus dirawat bersama.
Dalam keberagaman, kita memiliki kekuatan besar untuk saling mendukung dan membangun daerah ini. Semangat Paskah harus menjadi energi positif untuk mempererat persaudaraan, menjaga toleransi, dan menciptakan kehidupan yang damai,” ujarnya.

Rahman juga menilai bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Jumat Agung dan Paskah sangat relevan dalam upaya membangun daerah yang inklusif dan berkeadilan. Sebagai wakil rakyat, ia menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan aspirasi masyarakat tanpa memandang latar belakang.
Menurut dia, pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat tidak hanya membutuhkan kebijakan yang tepat, tetapi juga fondasi moral yang kuat. Nilai kasih, pengorbanan, dan kebangkitan dinilai dapat menjadi landasan etis dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai pelayan masyarakat.

“Nilai-nilai spiritual yang kita hayati dalam momen ini harus mampu kita terjemahkan dalam tindakan nyata, baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam pelayanan kepada masyarakat,” kata Rahman.

Di tengah berbagai tantangan pembangunan daerah, ia optimistis bahwa semangat kebersamaan yang dilandasi nilai-nilai kemanusiaan akan mampu membawa perubahan positif. Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan serta saling mendukung dalam mewujudkan Boltim yang lebih maju dan sejahtera.
Menutup pernyataannya, Rahman Salehe menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh umat Kristiani yang memperingati Jumat Agung dan merayakan Hari Raya Paskah. Ia berharap momentum ini membawa kedamaian dan kebahagiaan bagi semua lapisan masyarakat.
“Selamat memperingati Jumat Agung dan Selamat Hari Raya Paskah 2026. Kiranya damai dan kasih Tuhan senantiasa menyertai langkah kita semua dalam membangun Bolaang Mongondow Timur yang lebih baik,” tuturnya.

Momentum keagamaan ini, pada akhirnya, tidak hanya menjadi ruang refleksi spiritual, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga nilai-nilai kemanusiaan, memperkuat persatuan, serta membangun harapan baru demi masa depan yang lebih baik.

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *