Tolak Provokasi, Keluarga Korban Pilih Iklhas, Atas Tragedi Drag Race

Keluarga korban Drag Race-Drag Bike, Kotamobagu.
Keluarga korban Drag Race-Drag Bike, Kotamobagu.
banner 468x60

KOTAMOBAGU — Duka masih menyelimuti keluarga korban tragedi drag race. Namun, di tengah kehilangan yang begitu dalam, keluarga memilih jalan yang lebih tenang, menerima musibah dengan hati yang tulus dan ikhlas.

Keluarga korban juga menyampaikan apresiasi kepada ketua panitia, Wali Kota, Bupati Bolaang Mongondow, serta semua pihak yang telah memberikan perhatian, pendampingan dan bantuan kepada mereka.

Example 300x600

Kepedulian itu, bagi keluarga, menjadi penguat di saat hati sedang diuji.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang sudah memberikan perhatian, pendampingan dan bantuan. Kami menerimanya dengan tulus dan ikhlas,” ujar pihak keluarga.

Namun ada satu pesan yang ingin disampaikan keluarga dengan tegas, tetapi penuh harapan: jangan ada pihak-pihak tertentu yang sengaja memanaskan suasana, membangkitkan amarah, atau membuka kembali luka yang sedang mereka coba terima.

Keluarga mengaku tidak ingin duka yang telah mereka terima dengan ikhlas berubah menjadi bara kemarahan akibat narasi atau kepentingan pihak tertentu.

“Kami sudah ikhlas. Tolong jangan bangkitkan amarah kami. Jangan membuat luka baru di atas musibah yang sudah kami terima,” demikian pesan keluarga.

Bagi keluarga, kehilangan orang yang mereka cintai sudah menjadi beban yang sangat berat. Mereka tidak ingin tragedi tersebut kemudian berkembang menjadi polemik berkepanjangan yang justru membuat suasana semakin panas.

Mereka berharap semua pihak dapat menghormati perasaan keluarga dan memberikan ruang untuk berduka dengan tenang.

Keluarga juga menyerahkan proses penyelesaian persoalan kepada pihak-pihak yang berwenang sesuai ketentuan. Mereka tidak ingin ada provokasi, adu pernyataan, ataupun upaya memperkeruh keadaan.

Sebab bagi keluarga, duka tidak membutuhkan api. Duka membutuhkan ketenangan.

Mereka telah memilih untuk menerima kenyataan pahit itu dengan hati yang ikhlas. Karena itu, mereka meminta siapa pun untuk tidak datang membawa bara, tidak memancing emosi, dan tidak mengubah keikhlasan menjadi kemarahan.

“Yang kami inginkan hanya ketenangan. Kami sudah menerima musibah ini dengan tulus dan ikhlas. Tolong jangan ada yang memanas-manasi kami atau membuat persoalan baru,” ujar keluarga.

Di tengah luka yang belum sepenuhnya pulih, keluarga korban kini hanya berharap satu hal: biarkan mereka berduka dengan tenang, tanpa provokasi dan tanpa luka baru.(**)

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *