Baim / Pewartasulut.Id
LANGOWAN,
Camat Langowan Barat, Donald Lumingkewas menyampaikan apresiasi atas pencapaian Desa Tumaratas yang berhasil menempati posisi Juara II tingkat Regional Timur dalam penilaian keamanan pangan.
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Hukum Tua desa Tumaratas Jendry Rondonuwu disaksikan langsung oleh Camat Langowan Barat di Jakarta belum lama ini.
Sebuah pencapaian yang menjadi bukti pentingnya kesadaran masyarakat terhadap kualitas pangan, kesehatan konsumen, serta pengembangan pertanian yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Menurutnya, prestasi tersebut merupakan hasil yang patut dibanggakan sekaligus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya keamanan pangan, mulai dari proses produksi, pengolahan, hingga makanan dikonsumsi.
Ia menilai, keamanan pangan merupakan aspek penting yang harus mendapatkan perhatian bersama.
Sebab, makanan yang dikonsumsi setiap hari berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat dan kualitas hidup generasi mendatang.
Karena itu lanjut Lumingkewas, masyarakat perlu terus diberikan pemahaman mengenai cara memilih bahan pangan yang baik, mengolah makanan secara higienis, serta menghindari penggunaan bahan berbahaya yang dapat mengancam kesehatan.
Upaya tersebut juga perlu diikuti dengan pengawasan dan pembinaan yang berkelanjutan agar budaya mengonsumsi pangan yang aman semakin kuat di tengah kehidupan masyarakat.
Desa Tumaratas juga dikenal sebagai salah satu kawasan penghasil komoditas hortikultura di Kabupaten Minahasa.
Berbagai hasil pertanian, seperti tomat, cabai, dan komoditas hortikultura lainnya, menjadi bagian penting dari aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
Camat Langowan Barat, penilaian tersebut mencakup sekitar 6.300 desa, dengan Desa Tumaratas berhasil menempati posisi Juara II.
“Capaian ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Langowan Barat,” ujarnya.
Namun begitu tambah Lumingkewas, lebih dari sekadar penghargaan, prestasi tersebut diharapkan dapat menjadi pemicu semangat bagi desa-desa lainnya untuk terus membangun kesadaran mengenai keamanan pangan dan pertanian yang berkelanjutan.
“Pemerintah kecamatan, pemerintah desa, kelompok tani, pelaku usaha, dan masyarakat dapat menjadikan pencapaian tersebut sebagai momentum untuk memperkuat kerja sama dalam meningkatkan kualitas pangan,” kuncinya.












