Baim / Pewartasulut.Id
TONDANO,
Komitmen dalam mengoptimalkan penguatan pembinaan kepribadian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) terus ditunjukan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tondano baru-baru ini.
Langkah konkret ini salah satunya diwujudkan melalui program pendidikan moralitas dan budi pekerti yang diikuti oleh 15 orang warga binaan.
Program tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan Yayasan Pelatihan Moralitas Budi Pekerti Bangsa Indonesia (YPMBPBI).
Pelatihan ini dirancang khusus untuk membangun kesadaran diri, menanamkan nilai-nilai positif, serta membekali para warga binaan agar siap bersosialisasi kembali di tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pidananya.
Fokus utama dari pelatihan ini mencakup pembentukan karakter, penguatan moral, dan penanaman budi pekerti luhur sebagai fondasi utama dalam menata masa depan yang lebih baik.
Kepala Lapas Kelas IIB Tondano, Yulius Jum Hertantono, menegaskan bahwa proses pembinaan bagi warga binaan tidak boleh hanya berfokus pada aspek keterampilan fisik atau vokasional saja, melainkan harus menyentuh ranah moral dan kepribadian.
“Pembinaan karakter memiliki peran penting dalam mendorong warga binaan menyadari kesalahan, memperbaiki diri, serta menumbuhkan tanggung jawab atas setiap tindakan.
Harapannya, mereka dapat kembali ke masyarakat dengan sikap yang lebih baik dan mampu menjalani kehidupan secara positif,” ungkap Yulius.
Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, tambah Yulius, 15 warga binaan diharapkan dapat menyerap dan mengimplementasikan nilai-nilai utama seperti disiplin diri dalam kehidupan sehari-hari, sikap saling menghargai antar sesama, kemampuan mengendalikan diri dalam menghadapi berbagai tantangan, serta pola pikir positif sebagai modal reintegrasi sosial.
Lapas Kelas IIB Tondano berkomitmen untuk terus menghadirkan program pembinaan yang menyeluruh (holistik) dan berkelanjutan.
“Sejalan dengan visi pemasyarakatan, yakni membentuk pribadi yang menyadari kesalahan, memulihkan hubungan, tidak mengulangi pidana, serta siap diterima kembali secara utuh oleh masyarakat dan keluarga,” kuncinya.












