Baim / Pewartasulut.Id
SULUT,
Di tengah hamparan kawasan Indonesia Timur yang terus bersolek, ada satu kebutuhan mendasar yang tak bisa ditawar, yakni akses kesehatan yang merata dan prima.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) mendukung penuh langkah Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) dan Kolegium Kesehatan Telinga, Hidung, Tenggorokan, Bedah Kepala dan Leher (THT-KL) dalam mempersiapkan pembukaan Program Pendidikan Dokter Spesialis-1 (PPDS) THT-KL.
Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara kini berderap cepat mendorong lahirnya Program Pendidikan Dokter Spesialis-1 (PPDS) Ilmu Kesehatan Telinga, Hidung, Tenggorok, Bedah Kepala Leher (THT-KL) di Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi (Unsrat).
Langkah ini bukan sekadar menambah lembar program studi baru di perguruan tinggi, melainkan sebuah strategi krusial untuk menjawab kelangkaan dokter spesialis di wilayah timur Nusantara.
Sinyal kuat dukungan tersebut ditegaskan langsung oleh Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Dr Victor Mailangkay.
Saat menghadiri Workshop Persiapan Pembukaan PPDS THT-KL di Ruang Akreditasi FK Unsrat, Kampus Malalayang, Manado, Senin (19/10/26), ia menekankan bahwa kehadiran dokter spesialis THT-KL adalah bagian dari fondasi ekosistem kesehatan secara utuh.
“Masyarakat yang sehat memiliki kesempatan lebih besar untuk belajar, bekerja, dan meningkatkan kesejahteraannya. Karena itu, pembangunan kesehatan tidak cukup hanya dengan menyediakan fasilitas pelayanan, tetapi juga harus dibarengi ketersediaan tenaga kesehatan yang kompeten,” ungkap Victor
Bagi Sulawesi Utara, peran sebagai poros pelayanan medis sekaligus pusat pendidikan di kawasan timur membawa konsekuensi tersendiri.
Sebagai garda depan perguruan tinggi negeri di wilayah ini, Unsrat mengemban misi besar untuk melahirkan para klinisi yang tidak hanya terampil dan berpengalaman, tetapi juga menjunjung tinggi etika serta integritas profesi. *
Warga di pelosok timur Indonesia kini menanti hari di mana layanan kesehatan medis tingkat lanjut tak lagi menjadi kemewahan yang jauh dijangkau, melainkan hak yang hadir dekat di tengah-tengah mereka












