William/PewartaSulut.id
MINAHASA — Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang, S.S., M.A.P., secara resmi membuka Festival Literasi Kabupaten Minahasa 2026 di Gedung Layanan Perpustakaan Daerah Kabupaten Minahasa, Kamis (17/9/2026).
Kegiatan ini digelar sebagai momentum strategis untuk menumbuhkan kembali minat baca masyarakat sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia.
Dalam sambutannya, Vanda menegaskan bahwa festival ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan langkah nyata untuk mengangkat indeks literasi yang dinilai masih rendah dalam satu dekade terakhir.
“Festival ini bukan sekadar agenda seremonial untuk memenuhi program kerja pemerintah, melainkan momentum strategis untuk mendongkrak indeks literasi masyarakat yang dinilai masih rendah dalam satu dekade terakhir,” ujar Vanda.
Ia juga menekankan makna literasi yang kini telah meluas jauh melampaui kemampuan dasar membaca dan menulis.
“Literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kemampuan masyarakat dalam memahami informasi, mengolah pengetahuan, berpikir kritis, serta memanfaatkannya secara positif dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.
Mantan anggota DPR RI selama 15 tahun ini menyoroti pergeseran kebiasaan akibat ketergantungan pada gawai.
Ia menyebutkan bahwa membaca buku fisik memberikan stimulasi otak yang jauh lebih optimal dibandingkan membaca lewat layar digital.
“Ada sensasi berbeda ketika kita memegang buku fisik, membalikkan halaman demi halaman, hingga mencium aroma kertas. Stimulasi di dalam otak jauh lebih kuat, sehingga informasi yang diserap dan melekat di ingatan menjadi jauh lebih banyak ketimbang membaca lewat gawai,” ungkap Vanda.
Namun demikian, ia tidak menolak kemajuan teknologi dan justru mendorong masyarakat menggunakan gawai secara bijak.
Di era banjir informasi ini, Vanda mengingatkan pentingnya kemampuan menyaring informasi guna menangkal berita bohong atau hoaks.
“Masyarakat harus mampu memilah informasi yang benar, memahami sumber berita yang kredibel, serta menangkal hoaks. Saring sebelum sharing,” tegasnya.
Sebagai langkah nyata, Wabup Vanda menginstruksikan seluruh perangkat daerah untuk mendukung penuh pengembangan literasi.
Ia mendorong pembentukan pojok baca di fasilitas publik dan kantor pemerintahan, serta mengoptimalkan mobil dan motor perpustakaan keliling hingga ke wilayah pedesaan.
“Perpustakaan harus hadir sebagai ruang yang hidup, terbuka dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, berbagai kegiatan literasi seperti ini perlu terus dikembangkan,” ujarnya.
Kegiatan ini dihadiri Kepala Dinas Perpustakaan Kabupaten Minahasa Dra. Riany Sherly Suwarno, Kepala Bapenda Jeffry Tangkulung, S.H., M.A.P., Kepala Dinas Kominfo Ricky Laloan, S.H., Kepala Bagian Prokopim Shanty Lengkong, S.S.T.P., serta para Hukum Tua.












